Senin, 10 April 2017

Auxiliary Power Unit (APU)

  Auxiliary Power Unit  (APU)

   Pernahkah kalian perhatikan pada bagian paling belakang dari pesawat besar??? tepatnya dibawah rudder? Terlihat sebuah nozzle atau exhaust lagi. Dan tahukah anda berasal dari manakah nozzle itu??






Ini dia nih wujudnya bila di keluarkan dari rumahnya :v
Yuk kita mengenal lebih dalam lagi siapa diaa.....



Auxiliary Power Unit (APU) adalah sebuah perangkat pada kendaraan yang menyediakan energi untuk fungsi lain selain propulsi. Mereka biasanya ditemukan pada pesawat besar.

Fungsi Utama



     Tujuan utama dari APU yang terdapat pada pesawat adalah untuk memberikan kekuatan pada saat memulai mesin utama. Turbin mesin harus dipercepat untuk kecepatan rotasi tinggi untuk memberikan kompresi udara yang cukup untuk membuat mesin dapat beroperasi secara mandiri. Mesin jet yang lebih kecil biasanya dimulai oleh sebuah motor listrik, sedangkan mesin yang lebih besar biasanya dimulai oleh sebuah motor turbin udara. Sebelum mesin dihidupkan, APU dihidupkan, umumnya oleh baterai atau hidraulik akumulator. Setelah APU berjalan, ia menyediakan tenaga (listrik, pneumatic, atau hidraulik, tergantung pada desain) untuk memulai mesin utama pesawat.

APU juga digunakan untuk menjalankan aksesoris pesawat lainnya saat mesin pesawat dimatikan. Hal ini memungkinkan kabin pesawat menjadi nyaman bagi penumpang, sebelum mesin pesawat dihidupkan. Daya listrik digunakan untuk menjalankan sistem untuk preflight checks. Beberapa APU juga dihubungkan ke pompa hidraulik, yang memungkinkan kru untuk mengoperasikan peralatan hidraulik (seperti flight controls atau flap) sebelum memulai mesin propeler/turbin jet engine.



APU sections

Biasanya APU untuk mesin gas turbine mempunya 3 bagian utama :

  1. Power Section, section ini berisi generator mesin turbine yang menghasilkan tenaga shaft kepada APU.
  2. Load Compressor Section, bagian ini berisi shaft compressor yang terpasang yang berguna untuk mengahasilkan tenaga pneumatik untuk pesawat. 
  3. Gearbox Section, gearbox berfungsi untuk menstransfer tenaga dari engine main shaft ke oil-colled generator untuk mendapatkan tenaga listrik. Didalam gearbox, tenaga juga ditransfer ke engien accessories seperti fuel control unit, lubrication module, dan cooling fan. Untuk tambahan, di gearbox juga ada starter motor yang dihubungkan melalui gear train untuk menggerakan fungsi starting pada APU.
Nah, sudah cukup kenal kan dengan teman kita yang 1 ini? APU?
 APU ini digunakan pada saat semua mesin dalam keadaan mati. Normalnya, APU baru akan digunakan pada saat pesawat ingin disiapkan untuk terbang oleh teknisi maupun penerbangnya. APU baru akan dimatikan saat engine sudah menyala. Sekian sampai jumpa lagi.

Kamis, 06 April 2017

BOEING 777 FUEL SYSTEM

                                                    BOEING 777 FUEL SYSTEM

Boeing 777 memiliki tiga tangki bahan bakar. Sebuah tangki besar sebagai tangki utama dan dua lebih kecil dari tanki utama (satu di setiap sayap). Ketika mengisi bahan bakar, tangki utama dipenuhi terlebih dahulu, kemudian bahan bakar dipompa ke dalam tangki kecil dimasing-masing sayap sampai  sesuai yang dibutuhkan, atau  penuh. Ada dua pompa tangki bahan bakar di dalam tangki pusat dan tugas mereka adalah untuk memompa bahan bakar dari tangki pusat ke masing-masing mesin.



NOTE - seperti yang ditunjukkan , pada kenyataannya, 777 sistem pengisiannya tidak menunggu tangki  penuh sebelum memompa bahan bakar ke utama.Tangki utama seharusnya penuh sebelum Anda mulai pengisian bahan bakar di tangki pusat. Tangki pengisian bahan bakar seluruhnya telah diprogram oleh panel pengisian bahan bakar, dan bahan bakar telah diatur oleh komputer ke semua tank untuk mempertahankan (pusat gravitasi) Kisaran COG, serta mempercepat proses pengisian bahan bakar.



TURBO FAN OPERATION

                                       TURBOFAN ENGINE OPERATION




Mesin turbofan adalah sebuah tipe mesin jet pesawat terbang yang mirip dengan mesin turbojet. Mesin ini umumnya terdiri dari sebuah kipas internal dengan sebuah turbojet kecil yang terpasang dibelakangnya untuk menggerakkan kipas tersebut. Aliran udara yang masuk melalui kipas ini melewati turbojet, di mana sebagian kecil udara itu dibakar untuk menghidupi kipas, dan sisa udara digunakan untuk menghasilkan dorongan.



Semua mesin jet yang digunakan untuk pesawat jet komersial masa kini adalah mesin turbofan. Mesin ini lebih banyak digunakan karena sangat efesien dan relatif menghasilkan suara yang lebih kecil.
Turbofan merupakan salah satu jenis dari jet engine. Kita tahu jet engine terbagi atas 3 jenis : 

  • Turbo Jet
  • Turbo Prop
  • Turbo Fan

 Keistimewaan dari turbofan adalah jenis ini merupakan penyempurnaan dari turbojet dan turboprop. Kelemahan dari turbojet adalah boros bahan bakar,walau dalam soal tenaga lebih besar dibandingkan dengan jenis lain. Karena itu jenis ini cocok untuk dipakai pada pesawat tempur. Untuk turboprop,jenis ini mempunyai kelemahan yaitu tidak mampu mensupport high speed dan high altitude,hanya mencapai 25.000feet saja. Dan turbofan ini lah yang bisa menjawab semua requirment dari airlines yaitu: irit bahan bakar,mempunyai tenaga dorong yang besar.



PRINSIP KERJA


Prinsip kerja turbofan adalah airflow(udara) masuk kedalam blade (low pressure compresor) atau kita sebut LPC dan dikompres kembali oleh blade yang lebih kecil ukurannya (high pressure compresor) atau kita sebut HPC,masuk ke ruang pembakaran (combustion chamber) dan diberi ignition sampai suhu atau temperatur tinggi baru lah disemprot oleh fuel. Karena terjadi pembakaran maka berubahlah energi kimia menjadi energi dorong. Energi dorong yang dihasilkan ini mendorong high pressure turbin (HPT) yang terhubung langsung dengan HPC sehingga HPC dapat berputar kembali. Energi dorong tersebut juga mendorong low pressure turbin (LPT) yang terhubung langsung dengan LPC. Dan sisa nya merupakan tenaga dorong pesawat. Jadi prinsip kerja turbofan dapat disederhanakan sebagai berikut :
Berbeda dengan motor bakar yang mempunyai 4step (langkah) atau 2step (langkah) pembakaran. Turbofan melakukan beberapa step TAPI dalam 1 WAKTU. Dan perbedaan dengan motor bakar adalah jika dalam motor bakar ruang pembakaran (combustion chamber) sudah di isi oleh campuran (mix) air dan fuel BARU diberi ignition (pengapian) sehingga terjadi pembakaran. Kalau di Turbofan ini,combustion chamber hanya di isi udara bertekanan tinggi saja. Karena tekanan tinggi maka temperatur tinggi dan diberi ignition,BARU di semprotkan fuel sehingga terjadi pembakaran.
Untuk gaya dorong (thrust) pesawat yang dihasilkan oleh pembakaran,sebenarnya hanya 15%-25% saja. Gaya dorong pesawat yang terbesar justru pada KIPAS (blade) atau LPC sebesar 75-85% yang digerak oleh LPT (seperti dijelaskan di atas). Karena itu Fan/blade/LPT dibungkus oleh casting,sehingga aliran udara (airflow) lebih terpusat mengalir kebelakang. Itulah alasan mengapa Turbofan lebih hemat bahan bakar dibanding dengan jenis lainnya. Dan pada saat engine berada kondisi HIGH SPEED,turbofan HANYA membutuhkan sedikit penambahan throttle untuk dapat menghasilkan thrust yang besar.



Mesin Turbofan adalah mesin yang umum dari turunan mesin-mesin turbin gas untuk menggerakkan pesawat terbang baik komersial maupun pesawat tempur. Mesin ini sebenarnya adalah sebuah mesin by-pass di mana sebagian dari udara dipadatkan dan disalurkan ke ruang pembakaran, sementara sisanya dengan kepadatan rendah disalurkan sekeliling bagian luar ruang pembakaran. Sekaligus udara tersebut berfungsi untuk mendinginkan suhu ruang pembakaran.
Udara yang di by-pass ini ada yang dicampur dengan udara panas pembakaran pada turbin bagian belakang seperti pada mesin Rolls-Royce Spey yang digunakan pada pesawat Fokker F-28. Ada pula yang disalurkan dengan pipa-pipa halus ke atmosfer. Mesin yang menggunakan type ini contohnya adalah mesin RB211 yang digunakan pada pesawat Boeing B 747 dan GE CF6-80C2 yang digunakan pada pesawat DC-10 serta P &W JT 9D.
Beberapa mesin yang menggunakan jenis mesin turbofan adalah Rolls-Royce Tay pada pesawat Fokker F-100 (yang dijuluki mesin fanjet), mesin Adour Mk871 yang digunakan pada pesawat tempur type Hawk Mk 100 dan Hawk Mk 200, pesawat tempur Jaguar dan Mitsubishi F-1 yang digunakan AU Jepang.
Kemudian mesin high by-pass turbofan yang diterapkan pada mesin CFM56-5C2 yang dipakai oleh pesawat Airbus A340 dan mesin CFM56-3 yang dipakai pada Boeing B-737 serie 300, 400 dan 500 yang merupakan produk bersama antara GE dengan SNECMA dari Perancis.
Pada pesawat militer, mesin turbofan yang diterapkan antara lain adalah mesin TF39-1C yang dipakai pada pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy, kemudian GE F110 yang dipakai pada F-16, GE F118 yang bertype non-augmented turbofan yang diterapkan pada pesawat pembom stealth Northrop-Grumman B-2 dan pembom B-1 dengan mesin non augmented turbofan GE F101.


Auxiliary Power Unit (APU)

  Auxiliary Power Unit  (APU)    Pernahkah kalian perhatikan pada bagian paling belakang dari pesawat besar??? tepatnya dibawah rudder? Te...